TULISAN 19 - EKONOMI SYARIAH



“ Presiden tegaskan ekonomi syariah agenda nasional ”

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan kembali komitmen untuk menjadikan sistem perekonomian syariah sebagai agenda nasional mengingat sistem itu mampu bertahan dari gejolak ekonomi dunia.

"Ekonomi ini (syariah) tidak mudah menjadi gelembung atau yang kita kenal sebagai bubble economy," kata Presiden Yudhoyono di Lapangan Monumen Nasional Jakarta, Minggu, saat mencanangkan Gerakan Ekonomi Syariah.

Menurut Presiden, sistem ekonomi syariah menghindarkan pembiayaan yang bersifat spekulatif atau eksploitasi pasar keuangan, lingkungan hidup dan sosial, hanya demi keuntungan ekonomi pemilik modal. Melalui sistem bagi hasil, tambah Presiden, ekonomi syariah menghilangkan jarak antara sektor keuangan dan sektor riil.
"Dengan kata lain, perkembangan sektor keuangan merupakan cerminan kemajuan sektor riil," katanya. Oleh karena itu, Presiden menilai, ekonomi syariah sangat diperlukan untuk memperluas keuangan inklusi sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kehadiran dana-dana sosial yang khas dalam sistem ekonomi syariah, seperti zakat, infaq, dan sedekah, menurut Presiden juga melengkapi sistem jaring pengaman sosial yang telah ada.

"Melalui hal ini kaum miskin dan dhuafa dapat diberdayakan dan dimandirikan seiring dengan gerak pembangunan nasional," katanya, Presiden juga mengundang pelaku ekonomi syariah untuk berperan dalam percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur di tanah air melalui program MP3EI yang sudah mencapai angka di atas Rp 737 triliun,

Pada kesempatan itu Presiden yang didampingi Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo juga menyampaikan salah satu tantangan terbesar pertumbuhan ekonomi syariah adalah masih rendahnya pemahaman tentang keuangan syariah, terutama universalisasi nilai-nilai yang menjadi roh sistem keuangan syariah serta bentuk-bentuk aplikatif dari konsep itu.

Namun ia berharap proses pengenalan akan semakin mudah mengingat sesungguhnya nilai-nilai dalam perekonomian syariah memiliki kesamaan dengan nilai-nilai lokal. Presiden mencontohkan dalam konsep maro (yang berarti membagi dua) dan mapat (yang berarti membagi empat).


ANALISIS :

Saya sangat setuju jika ekonomi Islam mulai diterapkan di negara kita pada khususnya, dan di dunia pada umumnya. Saya yakin jika sistem ekonomi Islam diterapkan di negara kita (dengan catatan penerapannya tidak setengah-setengah, namun penerapan sistem ekonomi Islam secara kaffah berdasarkan asaa-asas ekonomi Islam yg diajarkan Allah melalui Al-Qur'an dan Hadist, bukan cuma diterapkan pd Bank Syari'ah saja seperti sekarang2 ini...), Insya Allah seluruh masalah perekonomian yg tengah melanda Indonesia akan mendapati solusi.

Pada dasarnya tidak ada sistem ekonomi yang sempurna di dunia ini. Sebab, semua sistem ekonomi, baik itu kapitalis, sosialis, liberalis, atau demokratis, ke semuanya itu adalah hasil pemikiran manusia yang merupakan makhluk terbatas dan nisbi sifatnya. Sehingga pada penerapannya pun seringkali terdapat kekeliruan bahkan cenderung menguntungkan pada salah satu pihak, sedang di lain pihak merasa dirugikan. Pada akhirnya sistem ekonomi ini bukan mendatangkan solusi, tetapi malah mendatangkan masalah bertubi-tubi.

Contohnya saja Indonesia yang katanya menganut sistem ekonomi pancasila, tapi pada kenyataannya? penerepannya belum menunjukkan hasil yg optimal jika tidak ingin dikatakan gagal total. Di saat segala permasalahan ekonomi kian menjadi rumit runyam, memang sudah saatnya Sistem Ekonomi Islam menjadi solusi yg tepat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar